Alhamdulillahi rabbil 'alamiin.
Washolatu ma'a salami 'ala nabiyyil karim, sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in.
Innalillahi wainna ilaihi rooji'uun. Hari ini, malam senin 30 Robi'ul Uula kita mendapat kabar duka dari wafatnya syaikhuna al 'allamah Ali bin Hasan Alhalaby -rohimahullahu rohmatan waasi'atan-. Seorang ulama ahlul hadits murid dari syaikh al-albany -rahimahumallahu-.
Yang mana ketika dulu Syaikh Albany dalam keadaan sakit di akhir hidup beliau -Rahimahullah-, Syaikh ditanya 'Wahai syaikh, kepada siapa kami akan merujuk tentang ilmu hadits sepeninggal engkau?' Kemudian syaikh menyebut dua nama, 'Bertanyalah kepada Abu Ishaq Al-Huwaini -Hafidzahullah- & Ali Hasan Al-Halaby'.
Kini salah satu dari dua orang tersebut pergi meninggalkan kita semua. Rahimahullah.
Kami mendapat kabar ini pertama kali dari al-ustadz nur cholis saat awal beliau memulai dars syarhu ushuli tsalatsah, dengan perasaan sedih. Kemudian beliau -ustadz nur cholis- setelah mendokan syaikh, melanjutkan dars seperti biasa.
Di akhir dars sebelum menutup ta'lim beliau menyampaikan nasihat untuknya pribadi dan kepada jama'ah,
'Kita patut bersedih, bukan hanya karena kehilangan ulama ahlussunnah. Tetapi kita patut merenung. Syaikh Ali Hasan dan ulama yang lain -Rahimahumullah- meninggalkan dunia ini dengan mewarisi sesuatu yang bermanfaat bagi islam dan umat muslim. Sepatutnya kita bertanya kepada diri kita sendiri. Kelak, ketika kita dipanggil oleh Allah, apa yang telah kita tinggalkan untuk islam dan umat muslim?
Maka saya menasihati kepada diri pribadi dan antum sekalian, jangan hanya menjadi penggembira dalam dakwah ini. Berikanlah porsi yang lebih untuk dakwah sunnah ini.
Senang datang kajian, meramaikan tabligh akbar, duduk belajar bahasa arab dan yang semisalnya, thayyib semuanya baik. Namun, kelak apa yang kita tinggalkan?
Para ulama meninggalkan kitab, nasihat dan ilmu yang Insyaallah terus mengalir ketika mereka telah meninggal. Lalu bagaimana dengan kita?
Sekarang ada facebook, twitter dan media sosial lain, bagikanlah hal-hal yang baik. Bagi yang kelebihan harta maka sisihkanlah untuk jalan dakwah ini. Tidak ada hitung-hitungan terhadap dakwah ini. Tidak ada ceritanya seorang hidupnya susah karena menolong agama Allah.
Maka berbuatlah lebih, jangan hanya menjadi penggembira.' *
Semoga Allah menjadikan kita semua bagian dari pilar dakwah yang mulia ini. Sehingga Allah jadikan kita istiqomah di atas Al-Quran dan As-Sunnah.
Semoga Allah kumpulkan kita semua bersama dengan para nabi dan rasul serta ulama ahlusunnah yang kita cintai, di jannah firdausNya yang tertinggi.
Wabillahi taufiq, walhamdulillah.
* Dengan penyesuaian
0 Hamba Allah:
Tak "nyasar", maka tak kenal. Ayo tinggalkan kesan!