Februari 05, 2021

#Fiqh 01: Dua Macam Kesucian

Alhamdulillahi rabbil 'alamin.
Asholatu wassalamu 'ala nabiyin mursalin, wa 'ala alihi wa ashhabihi ajma'in.
 
Ringkasan kali ini merupakan kutipan singkat dari pelajaran Fiqh dari kitab Al-Fiqhul Muyassari Fii Dhoui Al-Kitabi wa As-sunnati yang disusun oleh beberapa ulama dan dibimbing dan diberi pengantar oleh Syaikh Sholeh bin Abdul Aziz Alu Syaikh. Membahas tentang apakah boleh beramal dengan Hadits Dhoif sebagai Hujjah dalam beramal?
 
Berkata Syaikh:

Thoharoh terbagi menjadi 2 macam:

1. Thoharoh Ma'nawiyyah, merupakab sucinya hati dari syirik dan kemaksiatan, serta segala yang menguasainya. Dan thoharoh ma'nawiyyah lebih penting daripada thoharoh badan (sucinya badan). Tidak mungkin tercapai kesucian badan bersama dengan adanya najis kesyirikan. Sebagaimana firman Allah ta'ala:

إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌۭ (التوبة: 28)

"Sesungguhnya orang-orang musyrik itu adalah najis (aqidahnya & perbuatannya)" (Surah At-Taubah:28)

2. Thoharoh Hissiyyah (bersihnya anggota badan).

Wabillahi taufiq, wallahu a'lamu.

Note:
- Diringkas dari pelajaran "Fiqh Mustawa 1 - Ma'had Madinah Salam fii Dirosatil Islamiyyah".
- Dikutip dari kitab Al-Fiqhul Muyassar Fii Dhoui Al-Kitabi Wa As-Sunnati (Hal. 1).
- Koreksi dalam penerjemahan sangat diharapkan.