Desember 14, 2018

Kemudahan Menyertai Kesulitan


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
وصلاة وسلام على نبي الكريم محمد وعلى اله واصحبه اجمعين

قل تعالي
Telah berfirman Allah Subhanahu Wata'aala,

فَإِنَ مَعَ العُسْرِ يُسْرًا《٥》إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا《٦》 (سورة الإنشراح)

Maka sesungguhnya berserta kesulitan ada kemudahan. Sesunggunya beserta kesulitan ada kemudahan.

Allah berfirman tentang (العسر) 'kesulitan' dalam bentuk Ma'rifat (dengan alif lam) atau telah ditentukan/diketahui. Sedangkan (يسرا) 'kemudahan' dalam bentuk Nakiroh (tanpa alif lam) yang bersifat umum/segala hal yang medatangkan kemudahan. Menandakan bahwa dalam setiap kesulitan terbuka segala macam kemudahan yang menyertainya. Kemudian Allah mengulangi firman-Nya pada ayat setelahnya untuk penekanan. Tidakkah kita percaya akan janji-Nya? Ketika datang suatu kesulitan, maka ketahuilah pertolongan Allah telah dekat. Wallahu a'lam.

September 29, 2018

Jagalah Allah


بسم الله الحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى أله و صحبه أجمعين

Segala puja dan puji syukur kepada Allah -subhanahu wa ta'ala- atas nikmat yang telah Dia berikan kepada saya dan pembaca semua. Dan salah satu nikmat itu ialah berupa pertolongan dari Allah kepada saya pribadi sehingga dapat menulis hal yang semoga dapat menjadikan setiap kata yang teman-teman baca, menjadi pemberat timbangan amal saya. Dan semoga Allah menjadikan sampainya teman-teman semua ke tulisan ini, adalah suatu kebaikan yang akan dipetik dan menjadi ladang pahala, baik bagi yang menulis dan membaca,

Sholawat serta salam, rasa rindu dan kecintaan dari kita, semoga Allah sampaikan kepada hamba kekasihnya, Muhammad bin Abdillah -shallahu 'alaihi wa salam-. Semoga salam tersebut bersambung kepada para keluarga beliau, sahabat dan orang-orang yang berdiri tegak di atas sunnah yang agung.

Rasulullah -shallahu 'alaihi wa salam- pernah berpesan kepada Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- dengan nasihat sebuah nasihat emas, bahwa beliau -shallahu 'alaihi wa salam- pernah mengajarkan kepada Ibnu Abbas beberapa untaian kalimat, di mana di antara kalimat tersebut ialah,

إحفظ الله, يحفظك... (الحديث)

"Jagalah Allah, maka Dia (Allah) akan menjagamu." [1]

Di antara hikmah yang dapat dipetik dari nasihat emas tersebut ialah, bahwasannya Allah tidak akan membiarkan hamba yang senantiasa menjaga agama Allah, menjaga syariat-Nya, menunaikan hak-hak Allah. Maka Allah tidak akan membiarkannya dalam kesusahan,

Dalam satu kesempatan, ada suatu pesan disampaikan oleh Al-Ustadz Al-Fadhl Dr. Arifin Badri -hafidzahullah-, yang mana pesan ini saya rasa baik untuk disampaikan kepada teman-teman pembaca sekalian. Yakni, beliau -hafidzahullah- berkata,

'Jangan terlalu sibuk mengkambinghitamkan orang yang mendzalimi kita, orang yang merampas hak kita. Tapi pikirkanlah, andai Allah menjaga kita, maka Allah tidak membiarkan kedzaliman atas kita dan Allah akan menjaga kita.' 


Kurang lebih begitu kata beliau.

Janganlah berkata, 'Ini karena si fulan, karena kedzaliman si fulan'. Katakanlah, 'Ini karena kita tidak menjaga Allah kemudian Allah tidak menjaga kita'. Bukankan sebesar apapun makar manusia, tidak akan mencelakakan kita jika Allah melindungi kita? Bukankah Allah sebaik-baik penjaga?

Ingatkan kita tentang doa yang dipanjatkan Nabi -shallahu 'alaihi wa salam- ketika perang Ahzab yang mana doa ini pernah dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim -'alaihi salam- ketika dilemparkan ke dalam api?

حسبنا الله ونعم الوكيل

'Cukuplah Allah bagi kami dan sebaik-baik penolong.'


Bahwasannya ribuan tetara Ahzab tidak mencelakakan Nabi -shallahu 'alaihi wa salam- dan para sahabat -ridwanullahu ajma'in-. Bahwasannya api tidak membakar tubuh Nabi Ibrahim- 'alaihi salam-. Karena tidaklah makar tesebut terhalang dari mereka kecuali atas penjagaan Allah -subhanahu wa ta'ala-.

Kemudian tentunya kita tahu kisah hijrah Nabi -shallahu 'alaihi wa salam- dan Abu Bakr Ash-Shidiq -radhiallahu anhu- ketika berada di buah tsur, ketika Quraisy mendapati jejak-jejak kaki mereka sampai ke atas goa kemudian Abu Bakr Ash-Shidiq berkata, 'Ya Rasulullah, seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah, niscaya mereka akan melihat kita.' Kemudian Nabi shallahu 'alaihi wa salam menjawab, 'Wahai Abu Bakr, apa prasangkamu ketika ada dua orang sedangkan yang ketiganya adalah Allah?' [2]

Kemudian Allah -subhanahu wa ta'ala- abadikan kisah ini,

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ … (الأيه) (سورة التوبة:40)
"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. … (Al-Ayat)" 
(QS. At-Taubah:40)


Maka semoga Allah -subhanahu wa ta'ala- menjadikan kita hamba-hamba yang pandai menjaga agama-Nya, menjaga syariat dan hak-hak-Nya. Semoga Allah senantiasa menjaga kita pada ketakwaan dan jalan hidayah. Karena barangsiapa yang Allah berikan kepadanya hidayah, niscaya tidak ada orang bias menyesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang mampu memberikannya hidayah sedikit pun.

اللهم صل وسلم على نبينا محمد
والحمد لله رب العالمين
---
ٍSurabaya, 19 Muharrom 1440 H
Ilham

Footnote:
[1] HR. At-Tirmizi & Ahmad
[2] Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahmah Al-Mubarakfuri

Mei 13, 2017

Hamba Paling Egois

Hamba Paling Egois

Semua terjadi begitu cepat.
Jatuh cinta terhebat,
hingga tak sempat kulindungi hati ini dari panah-panah itu.
.
Saya kira kami sefrekuensi.
Ah tidak, sebetulnya itu hanya permohonanku saja kepada Rabb.
.
Kemarin saya mengadu kepadanya.
Bahkan memaksa dalam sajak-sajak yang egois.
.
Kemarin bunga sakuraku baru saja mekar.
Sampaiku tahu, sakuranya telah lama mekar dan terjaga.
Terjaga untuk orang lain.
.
Sekelebat jatuh cinta terhebat, berubah menjadi patah hati tercepat.
Keduanya seperti terpisah hanya oleh helai rambut.
Tipis. Setipis pengetahuanku tentang dia.
.
Segan rasanya kalau mendatangi Rabbku lagi.
Alih-alih meminta sakuranya gugur dan tumbuh lagi yang baru di semi berikutnya,
aku malah dicap sebagai hamba paling egois untuk perkara hati.
.
Lalu bagaimana nasib sakura milikku?
Biar pengatur musim yang menjadi penentu.
.
Ah, semua memang terjadi begitu cepat.

-Surabaya, 13 Mei 2017|23:34-

Mei 10, 2017

Kuadukan Kau pada Rabbku

Kuadukan Kau pada Rabbku
Ya Rabb, aku ingin mengadu.
Bahwasannya ada seseorang dari makhlukmu, membuatku jatuh.
Kata orang, cinta tak butuh alasan. Tapi aku mendapatkannya.
Yaitu karena ada sebab-sebab dalam dirinya, sehingga engkau pun mencintainya.
.
Ya Rabb, aku ingin mengadu.
Begini saja, Rabb. Aku meminta sesuatu yang egois.
Jadikanlah ia untukku.
Bahkan jika dalam sujud aku harus menangis.
.
Ya Rabb, aku ingin mengadu.
Jadikanlah ini sebagai fitrah yang kau tanamkan.
Hingga kami engkau persatukan,
rawat fitrah ini dengan tangan muliamu.
.
Ya Rabb, aku ingin mengadu.
Biarkan aku menebak.
Mungkin juga memohon sambil bersajak.
Apakah 50.000 tahun yang lalu, Engkau catat namanya dalam kitabku?


-Seorang Hamba yang sedang Jatuh Cinta-

Juni 25, 2013

Hanya Seorang Hamba

Hanya Seorang Hamba

Apa lagi yang engkau takutkan?
Semuanya telah tertulis di Lauhul Mahfuzh


Jodoh? Rezeki?
Bahkan ketika mulutmu bungkam,

semua tertulis di dalamnya

Kita hanya hamba
Apabila engkau ambil pena kosong,
lalu engkau isi tinta sebanyak air di samudra,
masih jauh dari cukup engkau menulis kenikmatan
dari Rabbmu.

Bahkan engkau tidak sadar
Hati-hati kalian,
adalah hati-hati yang sulit mendatangkan Rabb kalian,
bahkan dalam keadaan engkau sangat dekat dengan Rabbmu, sujud!


Realita itu, masih membuatmu bisa mengangkat dagumu?
Kita hanya hamba dari Sang Pencipta yang tidak tidur,

tapi kita masih diberi kesempatan tidur, ingat!
kita hanya hamba. Apa pantas?
Seorang hamba tidur ketika Rabbnya tidak pernah tidur?

Benar saja doa yang dipanjatkan Uwais Al-Qarni
"Ya Allah, Aku berlindung kepadamu dari mata yang senang tidur, ..."
Subhanallah! Maha suci Engkau,
Ampuni kami, Rabb yang maha pengampun,
Istiqomahkan kami di dalam Al-Islammu

Jangan engkau ambil ruh kami,
sebelum engkau ridho, surga sebagai,
tempat kami kembali

Juni 18, 2013

Waktu dan Amanah

Waktu dan Amanah
Manusia tidak dapat menahan lajunya. Masa tetaplah masa, berganti seiring detik, menit, jam dan terus sewajarnya.

Sekarang Saya tahu bagaimana rasanya terhempas dalam lautan kepesimisan. Hanya saja Saya akan terus berpikir.

"Lakukan! Jangan lihat rumitnya. Sebelum mencoba hasilnya tidak akan diketahui, berjuang total hingga titik akhir, baru akan tahu hasilnya!"

Itukan yang sering engkau katakan? Bodoh jika kau hanya tenggelam dalam rasa pesimis!

Sekarang tadahkan kedua telapak tanganmu "Ya Rabb, engkau maha atas segala kuasa. Kuatkan pundakku dengan amanah yang engkau titipkan"

Perjalanan masih panjang, kedepan semakin sulit ditebak. Beratnya tugas, amanah dan tanggung jawab.

Lapangkan jalan kami menuju finish dengan pencapaian terbaik berhiaskan senyum dan peluk kedua orang tua kami. Ayah Ibu, kalian yg terbaik. Aku akan menjadi lebih baik.

Aku akan hapus keringatmu dengan pencapaian terbaikku.

-Ilham-